Kegiatan favorit pemilik sepeda motor selalu touring. bepergian dengan pasangan untuk jangka waktu yang lebih lama dari aktivitas sehari-hari biasanya. Sangat menyenangkan untuk mendorong batas dan menjelajahi lokasi baru dengan sepeda motor favorit Anda.
Meski menyenangkan, touring membutuhkan perencanaan agar aman. Anda tidak boleh meremehkannya, memang. Persiapan jauh-jauh hari dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selain menunjang kenyamanan.
Berikut persiapan touring yang bisa Anda gunakan berdasarkan saran dari instruktur safety riding PT Daya Adicipta Motora (DAM).
1. Jaket.
Saat touring, wajib memakai jaket. Namun, tidak semua jaket diciptakan dengan model yang sama. Pilih yang berbahan tebal yang bisa memanjang hingga leher, pergelangan tangan, dan pinggul tubuh. Kami menyarankan untuk menyertakan sistem perlindungan di jaket juga.
Menurut Asep Wawan, Instruktur Safety Riding DAM, “tujuan jaket yang desainnya menutupi anggota badan adalah untuk meminimalisir cedera saat terjadi kecelakaan.”.
2. Helm.
Saat touring atau berkendara setiap hari, perangkat ini harus digunakan sesuai aturan. Pastikan helm baik model half face maupun full face sudah berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI). Sesuaikan dengan ukurannya kepala pengendara. Strap dan pengencang merupakan komponen helm yang tidak kalah pentingnya. Pastikan memakai helm dengan benar.
Menurut Asep, pemakaian helm yang tidak pas akan mengurangi perlindungan dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penggunanya.
3. Baju Ganti dan Sepatu.
Dengan bantuan peralatan ini, kondisi berkendara yang tidak menentu, seperti hujan, dapat diantisipasi. Jadi perlu bersiap-siap dengan pakaian ganti. Pastikan juga alas kaki Anda sesuai untuk touring. Pergelangan kaki (ankle), tulang kering (bone shine), dan toe (penggeser jari kaki) adalah tiga area perlindungan yang harus dimiliki setiap sepatu touring yang bagus.
Menggunakan sepatu touring yang kokoh, tahan air, dan tentunya nyaman disarankan saat akan berwisata, menurut Asep.
4. Jas hujan.
Pastikan untuk mengemas jas hujan saat Anda melakukan tur di tengah hujan. Mengenakan jas hujan tidak hanya membuat lebih nyaman, tetapi juga dapat menjaga keselamatan pengendara. Pilih jas hujan berwarna terang sebagai hasilnya. Masalahnya adalah hujan mengurangi jarak pandang, yang dapat memudahkan pengemudi lain untuk melihat Anda.
Memang benar memakai jas hujan akan menghindarkan tubuh dari kebasahan. Padahal sebaiknya Anda segera mengakhiri perjalanan jika hujan mulai turun cukup deras. Tahan sampai hujan berhenti. Berkendara di tengah hujan sangat berisiko karena tidak hanya jalanan menjadi licin, tetapi juga berisiko tertimpa pohon tumbang.
5. Kotak (P3K).
Perlengkapan P3K ini wajib dibawa. Karena keadaan tak terduga mungkin muncul selama perjalanan Anda, Anda mungkin. Karena pengendara motor sering membawa obat-obatan pribadi yang sangat penting, penting untuk mempersiapkan kebutuhan medis.
6. Kendaraan.
Periksa kondisi sepeda. Mulai dari ban, rem, kemudi, dan mesin, periksa kondisi setiap komponen. Fasilitas perbaikan resmi dapat melakukan pemeriksaan, sehingga lebih dapat dipercaya.
“Cek kondisi sepeda motor secara keseluruhan dan bila perlu bawa ke bengkel resmi secara rutin sesuai jadwal servis berdasarkan jarak atau waktu,” saran Asep.
7. Kondisi tubuh harus fit.
Kebugaran tubuh adalah yang terakhir. Sangat melelahkan untuk bepergian. Dengan tidur yang cukup, menghindari begadang, dan mengonsumsi makanan sehat, Anda bisa menjaga kondisi tubuh sebelum bepergian. Jika Anda merasa lelah, tidurlah. Menghindari kecelakaan yang disebabkan oleh inersia fisik adalah tujuan utama.

0 Comments
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE