Pengendara harus memeriksa apakah sepeda motornya berfungsi dengan baik sebelum memulai perjalanan jauh. Salah satu cara untuk menjaga sepeda motor dalam kondisi baik adalah dengan melakukan perawatan rutin dan benar di fasilitas reparasi resmi yang diakui pemerintah. Alhasil, Yamaha Indonesia memberikan beberapa tips bagaimana aman mengendarai sepeda motor matic baik di tanjakan maupun turunan.

1. Menanjak.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga jarak aman dengan mobil di depan. Risiko kecelakaan meningkat jika sepeda motor tidak bisa menjaga jarak aman.Pembukaan tuas kemudian disesuaikan dengan kecepatan yang tepat. Di sisi lain, tujuannya adalah untuk mendapatkan kekuatan ideal untuk melibas tanjakan sesuai dengan keadaan eksternal.
Selanjutnya hindari menutup tuas gas terlalu sering. Agar motor tidak kehilangan tenaga dan membuat motor tidak bisa mendaki tanjakan, hal ini perlu dilakukan.
Yang keempat adalah saran untuk berhenti di tanjakan dan kemudian memulai kembali. Untuk mencegah sepeda motor mundur, pastikan mesin digas sebelum melepaskan tuas rem kiri.
Tentukan posisi mengemudi yang paling nyaman di langkah kelima. Sepeda motor matic bisa diatur ketinggiannya. Posisi yang ideal akan membuat tingkat energi pengendara tetap tinggi sehingga dapat menjaga konsentrasi.
2. Menurun.
Saran pertama adalah membuka sedikit pedal gas saat menuruni tanjakan. Tujuannya adalah untuk mensimulasikan engine brake atau pengereman mesin yang menyebabkan kecepatan motor berhenti. Ini harus dilakukan, meski mungkin tidak se-ekstrim sepeda motor atau sport.Mirip dengan menanjak, Anda disarankan untuk menjaga jarak aman dari mobil di depan Anda. Bila ada keadaan yang tidak diinginkan, seperti rem blong, hindari tabrakan frontal.
Faktor ketiga adalah jumlah penggunaan rem. Disarankan untuk menggunakan rem belakang dan rem secara bersamaan saat berkendara menuruni tanjakan.
Nasihat selanjutnya adalah menahan diri untuk tidak menginjak rem secara terus menerus. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kegagalan rem yang disebabkan oleh suhu panas pada bagian pengereman.
Posisi tubuh yang rileks juga harus ditetapkan oleh kelima pembalap. Hindari bergerak terlalu jauh ke depan atau ke belakang. Ini menurunkan kemungkinan motor terguling saat melakukan pengereman mendadak.
Faktor terakhir adalah kepekaan kita. Jika Anda mencurigai adanya masalah pada sirkuit pengereman, Anda harus berhenti dan menyelidikinya.
0 Comments
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE